:::: MENU ::::
  • Konflik Dan Kekerasan Di Papua ; Akar Masalah Dan Strategi Penyelesaiannya

  • Terorisme dan Reformasi Internal Polri

  • Pemuda Di Satu Abad Indonesia

games ini biasanya digunakan dalam memberikan materi mengenai tipe-tipe kepemimpinan

bahan yang dibutuhkan :
  • sedotan
  • jarum peniti
  • jika tidak ada bisa menggunakan sepatu peserta
 petunjuk permainan :
  • peserta dibagi menjadi dua kelompok (atau sesuai jumlah tipe kepemimpinan yg mau dijelaskan)
  • masing masing kelompok memilih ketua kelompoknya
  • fasilitator memanggil ketua-ketua kelompok dan memberikan instruksi yang berbeda-beda yang harus diperankan oleh ketua kelompok nantinya (instruksi diberikan berdasarkan karakteristik tipe kepemimpinan)
  • setiap ketua kelompok tidak boleh memberi tahu instruksi yang diberikan fasilitator kepada siapapun
  • masing-masing kelompok ditugaskan membuat sebuah menara dengan menggunakan bahan yang ada, waktu yang diberikan 20 menit
  • selama proses pembuatan menara tersebut, masing-masing ketua kelompok berperilaku sesuai karakteristik kepemimpinan yang ditugaskan padanya
  • di akhir permainan terlihat kelompok mana yang menaranya bagus, amburadul atau tidak jadi
  • fasilitator menanyakan kepada peserta dari masing-masing kelompok mengenai kesan terhadap ketua kelompoknya
  • proses brainstorming dilakukan fasilitator hingga peserta memahami tipe-tipe kepemimpinan beserta karakteristiknya
assalammu'alaikum wr. wb
salam kenal sahabat semua..
senang bisa bersilaturahmi di blog ini..
blog ini dalah blog pribadi yang digunakan penulis untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan
semoga bermanfaat.. :)
Selama 30 tahun terakhir, China telah mengalami perkembangan perekonomian yang cukup pesat. China selama tiga dekade terakhir ini telah mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya di atas angka sembilan persen[1]. Pada tahun 2004 pendapatan per kapita china meningkat menjadi lima kali lipat dibanding pendapatan perkapitanya pada tahun 1978. Reformasi China yang dimulai pada tahun 1978 telah membuat pertumbuhan investasi, konsumsi, dan standar hidup di China mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data tahun 2010, China telah mampu membangun perekonomian negaranya menjadi raksasa perekonomian terbesar kedua di dunia  setelah amerika  jika dilihat dari segi GDP  dan keseimbangan belanjanya. Penelitian independen dari world bank juga memperkirakan jumlah penduduk miskin di china telah menurun dari sekitar 303 juta jiwa pada tahun 1987 menjadi 213 juta pada tahun 1998.
Bentuk campur tangan pemerintah dalam pembangunan ekonomi dapat menggunakan beberapa instrument. Instrument utama yang digunakan pemerintah untuk mempengaruhi kegiatan perekonomian adalah:
1.      Pajak, yang diharapkan akan memperkecil konsumsi pribadi dan berarti memperbesar tabungan yang selanjutnya disalurkan kepada investasi yang berpengaruh terhadappeningkatan output dan pendapatan.
2.      Pengeluaran pemerintah (government expenditure) untuk membiayai pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang menyerap tenaga-tenaga kerja dan berfungsi meningkatkan pengembangan kegiatan di berbagai sector. Pengeluaran pemerintah diberikan pula untuk memberikan tunjangan sosial dan bantuan sosial lainnya.
3.      Regulasi/peraturan untuk pengendalian yang merupakan pengarahan bagi orang/masyarakat agar melaksanakan atau menghentikan aktivitas ekonominya.[2]
Keberhasilan fenomenal china dalam mengembangkan perekonomiannya patut untuk di analisa dalam rangka mengembangkan perekonomian di Indonesia. Perekonomian China berkembang pesat salah satunya disebabkan oleh kebijakan pemerintah China. Pemerintah yang berkuasa saat ini melalui Partai Komunis China masih turun secara langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonominya dengan beberapa perusahaan milik pemerintah China. Misalnya pada saat krisis 2008-2009, pemerintah secara hati-hati bertindak langsung dalam menangani krisis di China, sehingga China dapat tumbuh positif pada saat itu. Dengan kombinasi mekanisme pasar dan peran pemerintah yang tepat membuat perekonomian China dapat terhindar dari krisis 2008-2009.
Perkembangan yang pesat dari perekonomian china tidak bisa dilepaskan dari keberadaan pengusaha-pengusaha china. Pemerintah china telah menyediakan lingkungan dimana para pengusaha dapat menumbuh kembangkan usahanya guna mengubah perekonomian china ke arah yang lebih baik. Baik konsumen, pengusaha, pemerintah dan pekerja yang menghasilkan barang dan jasa semuanya mengambil peran penting dalam perubahan dinamis ekonomi di china[3]. Namun yang salah satu yang terpenting dalam hal itu adalah inovasi ekonomi, dimana pada aspek ini pengusahalah yang paling bertanggung jawab mengembangkannya. Dilain sisi, guna mendorong menjamurnya pengusaha-pengusaha, maka negara juga harus menerapkan kebijakan fiskal yang tepat.
Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:
  • Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi
  • Pola persebaran sumber daya
  • Distribusi pendapatan
Pemerintah menjalankan kebijakan fiskal adalah dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian atau dengan perkataan lain, dengan kebijakan fiskal pemerintah berusaha mengarahkan jalannya perekonomian menuju keadaan yang diinginkannya. Dengan melalui kebijakan fiskal, antara lain pemerintah dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional, dapat mempengaruhi kesempatan kerja, dapat mempengaruhi tinggi rendahnya investasi nasional, dan dapat mempengaruhi distribusi penghasilan nasional
Salah satu bentuk kebijakan fiskal china adalah dalam penetapan suku bunga yang rendah guna memicu pergerakan ekonominya. Angka suku bunga kredit komersial perbankan pada tahun 2010 yang diterapkan di china yang berada di kisaran 5,31 persen memicu berkembangnya bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tersebut. Dimana menurut bank dunia Usaha mikro kecil  dan  menengah  (UMKM),  merupakan  salah  satu  kekuatan pendorong terdepan dalam pembangunan ekonomi. UMKM memegang  peranan  yang  cukup  signifikan  dalam  perekonomian.  Kontribusi  UMKM terhadap perekonomian terutama  pada  aspek penyerapan  tenaga  kerja.
Keberadaan Indonesia yang ditempatkan dalam indeks kemudahan berbisnis masih kalah jauh dibanding negara-negara Asean lainnya. Indonesia masih berada di peringkat ke-114, sementara Malaysia sudah berada d peringkat 18 dan Thailand di peringkat 38. Jika dibandingkan dengan china, angka suku bunga kredit komersial perbankan di Indonesia pada tahun 2010 masih jauh lebih tinggi dibanding china yaitu berada di angka 13,5 persen[4]. Hal ini tentu saja menyulitkan bagi UMKM dalam mengakses modal guna mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Padahal, pada  tahun  2005, UMKM  di  Indonesia  mampu  menyerap 77.678.498 ribu orang atau sebesar 96,77% dari total tenaga kerja  yang mampu diserap oleh  usaha skala kecil, menengah, dan besar[5]. Dari sisi jumlah unit usaha dan tenaga  kerja  yang  mampu diserap  maka UMKM jauh  lebih  besar  dari  usaha  besar.
Oleh karena itu penurunan suku bunga perbankan ini harus diupayakan oleh pemerintah Indonesia. Di samping penurunan suku bunga dapat membantu berkembangnya UMKM dari segi aspek permodalan. Langkah ini harus di lakukan mengingat karena lonjakan tajam produk impor China ke pasar dalam negeri merupakan persoalan strategis. Terlebih dengan akan diberlakukannya MEA akhir tahun 2015 ini. Persoalan yang berkaitan dengan ketahanan ekonomi nasional, ketahanan ekonomi puluhan juta rakyat Indonesia yang menggeluti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). apabila sektor UMKM lumpuh, fondasi ketahanan ekonomi Indonesia bisa saja runtuh. Mengingat banyaknya tenaga kerja yang diserap oleh UMKM nantinya akan menjadi pengangguran yang otomatis membuat angka kemiskinan akan melonjak drastis.
Selain itu guna mendorong dan melindungi UMKM-nya, china menetapkan UU paten sejak tahun 1984. China adalah salah satu negara yang banyak menghasilkan paten sederhana berdasarkan data dari kantor Paten China, sampai dengan November 2012 dari pendaftaran domestik tercatat sebanyak 2.610.888 paten sederhana. Banyaknya paten sederhana yang telah dilindungi di Cina ini juga telah menjadi tulang punggung kebangkitan industri berbasis UMKM Cina. Banyak industri baru tumbuh dan berkembang pesat di Cina karena telah mengaplikasikan paten sederhana yang dihasilkan. Berbagai produk dan alat baru hasil pengembangan paten sederhana mereka dan mengandung nilai ekonomi banyak dihasilkan oleh negara Cina.
Perusahaan-perusahaan berbasis UMKM di Cina lebih menyukai untuk mendaftarkan paten sederhana dari pada paten, karena syarat untuk mendaftarkan paten sederhana itu lebih mudah dan tidak mahal. Selain itu sektor industri di Cina bisa lebih cepat untuk mengaplikasikan paten sederhana yang dihasilkannya didalam industri UMKM mereka. Di Indonesia  perlindungan terhadap hak paten ataupun penghargaan terhadap paten apalagi paten sederhana masih dirasa masih sangat kurang. Sehingga kesadaran masyarakat ataupun peneliti dalam mendaftarkan paten nya juga kecil. Contoh sederhana kita lihat pada kasus tongkat narsis (tongsis) yang ternyata ditemukan oleh orang indonesia namun keuntungan penjualannya banyak dinikmati oleh china.  Atau kasus lainnya pada sosok anak muda potensial yang terpaksa kembali ke jepang karna karya dan penemuannya di Indonesia tidak mendapat apresiasi yang positif. Hal ini tentunya sangat di sayangkan, mengingat di negara lain para peneliti di bayar mahal untuk membuat sebuah penemuan baru.
Majunya sektor Industri berbasis UMKM di Cina tidak lepas dari strategi pembelian lisensi paten sederhana, sebuah lisensi paten sederhana banyak dibeli oleh perusahaan-perusahaan start up untuk diadopsi dalam industrinya. Perusahaan-perusahaan berbasis UMKM di Cina telah banyak mengadopsi paten sederhana dan membeli berbagai lisensi paten sederhana dari beberapa peneliti di negara mereka untuk diterapkan dalam industri berbasis UMKM mereka. Dari data diketahui bahwa 60 % paten sederhana yang telah dilindungi di Cina telah banyak diaplikasikan ke dalam Industri UMKM Cina.
Langkah pemerintah Cina dalam memajukan sektor Industri berbasis UMKMnya, dapat kita adopsi untuk memajukan industri berbasis UMKM di Indonesia. Peran Kementrian Perindustrian, Kementrian Perdagangaan, Kementrian Koperasi dan UMKM kiranya sangat diperlukan untuk mendorong para pengusaha UMKM untuk diberikan berbagai pelatihan dan pendampingan agar mereka mampu berinovasi dan menghasilkan sebuah paten sederhana, selain itu kiranya pemerintah perlu mempertemukan para pengusaha UMKM dengan para inventor baik dari kalangan pemerintah maupun swasta agar bisa saling bersinergi dalam menguatkan sektor industri berbasis UMKM ini. Pemerintah Indonesia bisa memberikan kemudahan bagi para inventor dalam proses pendaftaran paten sederhana yang dihasilkannya sekiranya hasil invensinya bisa memberikan keuntungan bagi para pengusaha UMKM. Dengan demikian, akan banyak paten sederhana yang dihasilkan dan dapat dilisensikan kepada kalangan industri berbasis UMKM di Indonesia. Sehingga industri UMKM di Indonesia bisa terus berkembang dan memiliki daya saing.

.


[1] The J curve, hal. 326
[2] Teori-teori pembangunan ekonomi; pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan wilayah,  hal 45
[3] Memahami dahsyatnya ekonomi china, hal. 4
[4] Harian kompas 2 februari 2010
[5] Pertumbuhan Usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Faktor-faktor  yang Mempengaruhinya, Sri Susilo Y

Kesalahan orang dalam memaknai cinta biasanya disebabkan beberapa factor:
1.      Kebanyakan orang memandang cinta pertama-tama adalah soal dicintai daripada mencintai
2.      Asumsi bahwa cinta adalah masalah objek, bukan masalah kemampuan
3.      Asumsi kebingungan antara pengalaman awal jatuh cinta dan kondisi permanen berada dalam cinta atau “bertahan” dalam cinta
Cinta adalah seni, sama halnya dengan hidup juga merupakan sebuah seni. Jika ingin belajar bagaimana mencintai kita harus melakukan cara yang sama dengan cara kita mempelajari seni. Proses pembelajaran seni ada dua bagian, pertama penguasaan teori dan yang kedua penguasaan praktik. 
Teori apapun tentang cinta harus mulai dengan teori tentang manusia, tentang eksistensi manusia. Manusia dianugerahi rasio, ia adalah makhluk yang sadar akan dirinya. Ia memiliki kesadaran atas dirinya, sesama, masa lalu dan masa depannya. Kebutuhan manusia yang paling dalam adalah kebutuhan mengatasi keterpisahannya, meninggalkan penjara kesendiriannya.
Sejarah agama dan filsafat merupakan sejaarah jawaban, keragaman, dan keterbatasan ini.
Salah satu cara untuk lepas dari keterpisahannya terdapat dalam segala macam kondisi orgiastic. Segala bentuk penyatuan orgiastic mempunyai tiga karakteristik; kuat (bahkan dahsyat); berlangsung dalam seluruh kepribadian, pikiran bahkan tubuh; bersifat sementara dan periodic.
Menurut kant, manusia tidak boleh menjadi alat bagi tujuan manusia lain. Semua manusia setara karna mereka adalah tujuan, dan hanya tujuan, dan tidak pernah boleh jadi alat bagi yang lainnya. Pemikir sosialis dari berbagai mazhab mendefinisikan kesetaraan sebagai penghapusan eksploitasi, penggunaan manusia oleh manusia, tidak peduli apakah penggunaan ini kejam atau manusiawi.
Dalam masyarakat kapitalis kontemporer, pengertian kesetaraan telah berubah. Kesetaraan manusia mengacu pada kesetaraan manusia mesin, manusia yang telah kehilangan individualitasnya. Dewasa ini kesetaraan lebih berarti daripada kesamaan daripada kesatuan.
Bentuk pasif dari penyatuan simbiosis adalah ketertundukan atau dalam istilah klinisnya masokhisme. Pribadi tersebut meninggalkan integritasnya, membuat dirinya menjadi instrument seseorang atau sesuatu diluar dirinya. Bentuk aktif dari peleburan simbiosis adalah dominasi atau dalam istilah psikologi yang setara dengan masokhisme adalah sadisme. Pribaddi yang sadistis ingin keluar dari keterpenjaraannya dengan membuat pribadi lain menjadi bingkisan bagi dirinya. Baik pribadi masokhis maupun sadistis tidak dapat hidup tanpa yang lainnya. Perbedaannya adalah pribadu yang sadistis memerintah, mengeksploitasi, menyakiti, dan menghina sedangkan pribadi masokhis diperintah, dieksploitasi, disakiti dan dihina. Keduanya memiliki kesamaan yaitu peleburan tanpa integritas.
Berbeda dengan penyatuan simbiosis, cinta yang dewasa adalah penyatuan dalam kondisi tetap memelihara integritas seseorang, individualitas seseorang. Cinta adalah kekuatan aktif dalam diri manusia, kekuatan yang meruntuhkan tembok yang memisahkan manusia dengan sesamanya, yang menyatukan dirinya dengan yang lain; cinta membuat dirinya mengatasi persoalan isolasi dan keterpisahan namun tetap memungkinkan dirinya menjadi diri sendiri, mempertahankan integritasnya. Dalam cinta terdapat paradox, yaitu dua insane menjadi satu namun tetap dua. 
Pada umumnya karakter aktif dari cinta adalah memberi, bukan menerima. Karakter menjual adalah kesediaan memberi, namun semata-mata untuk ganti menerima. Memberi tanpa menerima baginya adalah tertipu. Orang yang orientasi utamanya tidak produktif merasakan tindakan memberi sebagai suatu pemiskinan. Bagi karakter yang produktif, memberi mempunyai makna yang sungguh berbeda. Memberi merupakan perwujudan nyata dari potensi diri. Memberi menjadi lebih membahagiakan daripada menerima, bukan karna kehilangan melainkan karna tindakan memberi merupakan perwujudan bahwa diri benar-benar hidup. Dalam wilayah materi, memberi berarti kaya. Kaya bukanlah siapa yang memiliki banyak, tapi siapa yang memberi banyak. Secara psikologis, penimbun yang gelisah karna khawatir kehilangan sesuatu adalah orang miskin yang melarat, tidak peduli seberapa banyak yang ia miliki
Selain itu karakter aktif dari cinta terlihat jelas dalam kenyataan bahwa cinta selalu mengimplikasikan unsure-unsur dasar seperti perhatian. Tanggung jawab, rasa hormat dan pengetahuan. Orang mencintai apa yang ia dapatkan dengan berjerih payah dan orang berjerih payah untuk mendapatkan apa yang ia cintai. 
Cinta sesame adalah cinta antar kesetaraan. Cinta ibu adalah cinta kepada yang tak berdaya. Cinta erotis sepenuhnya merupakan ketertarikan individual, unik diantara dua pribadi yang spesifik. Cinta diri adalah bentuk penghormatan terhadap eksistensi diri, bukan sikap mementingkan diri sendiri.
Cinta kepada allah tergantung pada bobot aspek matriakal dan patriakal dalam agama. Aspek patriakal membuat kita mencintai Allah seperti seorang bapak; saya beranggapan bahwa ia adil dan tegas, bahwa ia menghukum dan memberi ganjaran, dan pada akhirnya ia akan memilih saya sebagai anak pilihannya. Dalam aspek matriakal pada agama, saya mencintai Allah seperti seorang ibu yang selalu memeluk. Saya meyakini cintanya, tidak peduli apakah saya miskin dan tak berdaya, tidak peduli apakah saya telah berdosa, ia akan mencintai saya, ia tidak pilih kasih pada anak-anaknya yang lain, apapun yang terjadi pada saya ia kan menyelamatkan saya, akan melindungi saya, akan memaafkan saya. 
Factor lain yang menentukan sifat cinta kepada Allah adalah tingkat kematangan yang dicapai individu, begitu pula konsepnya tentang Allah dan dalam cintanya pada Allah.
Mencintai Allah akan berarti merindukan pencapaian kemampuan penuh untuk mencintai reaalisasi makna Allah dalam dirinya. 
Jika seseorang menyadari dirinya takut tidak dicintai, yang sesungguhnya terjadi adalah takut mencintai meskipun biasanya tidak disadari. Mencintai berarti menyerahkan diri tanpa jaminan, memberikan diri sepenuhnya dengan harapan bahwa cinta kita akan membuahkan cinta pada orang yang dicintai. Cinta adalah tindakan keyakinan, dan siapapun yang kecil keyakinannya, kecil pula cintanya.


Sistem ekonomi kapitalis merupakan salah satu sistem perekonomian yang ada didunia sistem ekonomi kapitalis adalah  sistem ekonomi dimana kekayaan produktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi terutama untuk penjualan. Tujuan dari pemilikan pribadi tersebut adalah untuk mendapatkan suatu keuntungan yang lumayan dari penggunaan kekayaan produktif. Pemilikan, usaha bebas dan produksi untuk pasar, mencari keuntungan tidak hanya merupakan gejala ekonomi. Semua ini ikut menentukan segala aspek dalam masyarakat dan segala aspek kehidupan dan kebudayaan manusia.
Gejala kapitalisme dianggap sebagai sebuah solusi untuk melakukan pembangunan di negara terbelakang. Teori sistem dunia yang disampaikan oleh Wallerstein merupakan keberlanjutan pemikiran Frank dengan teori dependensinya. Pendapat Frank, Sweezy dan Wallerstein mengacu pada model yang dikenalkan oleh Adam Smith. Menurut Smith, pembangunan yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat memiliki kesamaan dengan pembangunan produktivitas tenaga kerja. Produktivitas tenaga kerja merupakan sebuah fungsi yang berhubungan dengan tingkat pembagian kerja.
Inti pemikiran Smith adalah bahwa proses produksi dan distribusi ini harus lepas dari campur tangan pemerintah dan perdagangan bebas. Proses ekonomi hanya akan berjalan melalui tangan-tangan tak kelihatan yang mengatur bagaimana produksi dan distribusi kekayaan ekonomi itu berjalan secara adil. Biarkan para pengusaha, tenaga kerja, pedagang bekerja mencari keuntungan sendiri. Siapapun tak boleh mencampurinya, karena ekonomi hanya bisa muncul dari perdagangan yang adil. Karenanya, pemerintah harus menjadi penonton tak berpihak. Ia tak boleh mendukung siapapun yang sedang menumpuk kekayaan pun yang tak lagi punya kekayaan. Tangan-tangan yang tak kelihatan akan menunjukkan bagaimana semua bekerja secara adil, secara fair.
Pandangan teori sistem dunia yang menganggap dunia sebagai sebuah kesatuan sistem ekonomi kapitalis mengharuskan negara pinggiran menjadi tergantung pada negara pusat. Tansfer surplus dari negara pinggiran menuju negara pusat melalui perdagangan dan ekspansi modal. Secara tidak langsung teori ini memang mendukung pernyataan Smith yang memusatkan perhatian pada tatanan kelas. Kenyataan yang terjadi dalam proses kapitalisme telah menimbulkan dampak berupa pertumbuhan ekonomi yang terjadi karena arus pertukaran barang dan jasa serta spesialisasi tenaga kerja. Kerangka pertukaran barang dan jasa serta spesialisasi tenaga kerja ini terwujud dalam bentuk peningkatan produktivitas yang lebih dikenal dengan konsep maksimalisasi keuntungan dan kompetisi pasar. Kapitalisme sebagai suatu sistem ekonomi yang memungkinkan beberapa individu menguasai sumberdaya vital dan menggunakannnya untuk keuntungan maksimal. Maksimimalisasi keuntungan menyebabkan eksploitasi tenaga kerja murah, karena tenaga kerja adalah faktor produksi yang paling mudah direkayasa dibandingkan modal dan tanah.
Kapitalisme pada awalnya berkembang bukan melalui eksploitasi tenaga kerja murah, melainkan eksploitasi kepada kaum petani kecil. Negara terbelakang merupakan penghasil barang mentah terutama dalam sektor pertanian. Kapitalisme masuk melalui sistem perdagangan yang tidak adil dimana negara terbelakang menjual barang mentah dengan harga relatif murah sehingga menyebabkan eksploitasi petani. Masuknya sistem ekonomi perdagangan telah menyebabkan petani subsisten menjadi petani komersil yang ternyata merupakan bentuk eksploitasi tenaga kerja secara tidak langsung. Perkembangan selanjutnya telah melahirkan industri baru yang memerlukan spesialisasi tenaga kerja. Kapitalisme yang menitikberatkan pada spesialisasi tenaga kerja dan teknologi tinggi membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan menguasai teknologi. Keadaan ini sangat sulit terwujud pada negara pinggiran. Proses ini hanya akan melahirkan tenaga kerja kasar pada negara pinggiran, sedangkan tenaga kerja terampil dikuasai oleh negara pusat. Ketidakberdayaan tenaga kerja pada negara pinggiran merupakan keuntungan bagi negara pusat untuk melakukan eksploitasi. Ekspansi kapitalisme melalui investasi modal dan teknologi tinggi pada negara pinggiran disebabkan oleh tersedianya tenaga kerja yang murah.
Kapitalisme yang menjalar hingga negara terbelakang menjadikan struktur sosial di negara terbelakang juga berubah. Kapitalisme memunculkan kelas sosial baru di negara terbelakang yaitu kelas pemilik modal. Berkembangnya ekonomi kapitalis ini didukung oleh sistem kekerabatan antara mereka. Kelas borjuis di negara terbelakang juga dapat dengan mudah memanfaatkan dukungan politik dari pemerintah. Sebagai sebuah kesatuan ekonomi dunia, asumsi Wallerstein akan adanya perlawanan dari negara terbelakang sebagai kelas tertindas oleh negara pusat menjadi hal yang tidak mungkin terjadi.
Kapitalisme telah menciptakan kelompok sosial borjuis di negara terbelakang yang juga menggunakan kapitalisme untuk meningkatkan keuntungan ekonomi mereka, sehingga sangat tidak mungkin mereka melakukan perjuangan kelas. Gagasan Marx tentang tahapan revolusi ternyata runtuh. Marx menyatakan bahwa negara terbelakang akan memerlukan dua tahap revolusi, yaitu revolusi borjuis dan revolusi sosialis. Revolusi borjuis dilakukan oleh kelas borjuis nasional untuk melawan penindasan oleh negara maju dan kemudian baru berlanjut pada revolusi sosialis oleh kelas proletar. Asumsi ini runtuh karena kelas borjuis nasional ternyata tidak mampu lagi melaksanakan tugasnya sebagai pembebas kelas proletar dari eksploitasi kapitalisme, karena kelas borjuis nasional sendiri merupakan bentukan dan alat kapitalisme negara maju. Dari uraian di atas terlihat bahwa kapitalisme yang pada awalnya hanyalah perubahan cara produksi dari produksi untuk dipakai ke produksi untuk dijual, telah merambah jauh jauh menjadi dibolehkannya pemilikan barang sebanyak-banyaknya, bersama-sama juga mengembangkan individualisme, komersialisme, liberalisasi, dan pasar bebas.
Kapitalisme tidak hanya merubah cara-cara produksi atau sistem ekonomi saja, namun bahkan memasuki segala aspek kehidupan dan pranata dalam kehidupan masyarakat, dari hubungan antar negara, bahkan sampai ke tingkat antar individu. Sehingga itulah, kita mengenal tidak hanya perusahaan-perusahaan kapitalis, tapi juga struktur masyarakat dan bentuk negara. Upaya untuk memerangi kapitalisme bukan dengan sistem ekonomi sosialis namun dengan kemandirian ekonomi atau swasembada.
Kapitalisme juga gagal, dan setelah sekian waktu, kini sampai pada kehancuran. Itu karena Kapitalisme telah menjadikan individu, perusahaan dan institusi berhak memiliki apa yang menjadi milik umum, seperti minyak, gas, semua bentuk energi dan industri senjata berat sampai radar. Sementara negara tetap berada di luar pasar dari semua kepemilikan tersebut. Itu merupakan konsekuensi dari ekonomi pasar bebas, privatisasi dan globalisasi.. Hasilnya adalah goncangan secara beruntun dan kehancuran dengan cepat, dimulai dari pasar modal menjalar ke sektor lain, dan dari institusi keuangan menjalar ke yang lain..
A call-to-action text Contact us