:::: MENU ::::
  • Konflik Dan Kekerasan Di Papua ; Akar Masalah Dan Strategi Penyelesaiannya

  • Terorisme dan Reformasi Internal Polri

  • Pemuda Di Satu Abad Indonesia

 
Ketahanan nasional
Konsepsi ketahanan nasional saat ini sudah diangkat dari lingkungan terbatas di mana selama ini ia ditumbuhkan, dikembangkan dan dimantapkan kepada masyarakat secara lebih luas. Hal ini bukan tanpa alasan, kesan bahwa ketahanan nasional adalah semata konsep militer telah mengungkungnya selama ini untuk berada hanya dikalangan militer saja. Padahal subjek dari ketahanan nasional itu mencakup manusia atau masyarakat secara lebih luas.
Ketahanan nasional itu sendiri merupakan keadaan atau kondisi yang dinamis dimana ia merupakan perpaduan dari setiap aspek kehidupan bangsa dan negara untuk berkembang dan menjamin keberlangsungan kehidupannya. Oleh karena itu, usaha – usaha untuk peningkatan ketahanan nasional harus dilakukan dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya pada aspek pertahanan seperti yang selama ini dipahami.
Daya tahan suatu bangsa, tanpa terkecuali, merupakan hasil dari proses perjuangan dan intisari dari pengalaman – pengalaman generasi terdahulu. Tingkat, mutu serta keunggulan ketahanan nasional dari suatu bangsa tergantung pada kepandaian, kecakapan dan kebijaksanaan bangsa itu dalam mempergunakan sumberdaya yang ada dalam bangsa tersebut.
Meningkatkan ketahanan nasional sama hal nya dengan meningkatkan, mengembangkan dan memelihara seluruh aspek ketahanan nasional. Di Indonesia aspek – aspek ketahanan nasional dikenal dengan istilah “Asta Gatra” yang berarti delapan aspek. Dari delapan gatra yang menjadi aspek ketahanan nasional, tiga aspek diantaranya digolongkan menjadi aspek alamiah dan lima aspek lagi digolongkan sebagai aspek sosial. Aspek alamiah biasa juga disebut “Tri Gatra” dapat dilihat sebagai aspek – aspek yang relative tetap  karena sifat alamiahnya.  Aspek sosial biasa disebut “Panca Gatra” merupakan aspek yang dipandang bersifat dinamis karna bersentuhan dengan kondisi sosial masyarakat. Tiga aspek alamiah meliputi apek geografi, aspek demografi dan aspek sumberdaya alam. Lima aspek sosial meliputi aspek ideology, aspek politik, aspek ekonomi, aspek sosial-budaya dan aspek pertahanan keamanan. Yang dimaksud aspek – aspek dalam asta gatra adalah sebagai berikut:
1.      Gatra geografi
Geografi turut menentukan sejauh mana kekuatan nasional dari sebuah negara. Hal yang berkaitan dengan wilayah  Negara meliputi ;
a.       bentuk wilayah Negara (dapat berupa negara pantai, negara kepulauan atau negara continental).
b.      Luas wilayah negara,
Luas wilayah negara juge merupakan salah satu unsur dari gatra geografi. Hal ini dikarenakan ada negara dengan wilayah luas dan ada negara dengan wilayah sempit (kecil). Semakin luas suatu negara maka semakin kuat juga ketahanan nasional yang harus dimiliki negara tersebut. Indonesia berada diurutan 15 pada luas wilayah sedunia.
c.       Posisi geografis, astronomis, dan geologis Negara
d.      Daya dukung wilayah Negara, ada Negara yang habitable dan ada Negara yang unhabitable. Dalam kaitannya dengan wilayah Negara, pada masa sekarang ini perlu dipertimbangkan adanya kemajuan teknologi, kemajuan informasi dan komunikasi. Suatu wilayah pada awalnya sama sekali tidak mendukung kekuatan  nasional, karena penggunaan teknologi maka wilayah itu kemudian menjadi unsure kekuatan nasional Negara.

2.      Gatra demografi
Penduduk suatu negara menentukan  kekuatan atau ketahanan nasional negara yang bersangkutan. Faktor berkaitan dengan penduduk negara meliputi dua hal berikut :
  1. Aspek kualitas mencakup tingkat pendidikan, keterampilan, etos kerja, dan kepribadian.
  2. Aspek kuantitas yang mencakup jumlah penduduk, pertumbuhan, persebaran, perataan, dan perimbangan penduduk ditiap wilayah negara.
  1. Gatra Sumber Daya Alam
Dewasa ini, kemampuan melakukan kontrol atas sunber daya alam menjadi semakinmpenting bagi ketahanan nasional dan kemajuan suatu negara. Banyak negara yang kaya akan sember daya alam seperti minyak di negara afrika, tetapi negara tersebut tetaplah miskin. Negara-negara tersebut belum mampu melakukan kontrol atas sumber daya alam yang berasal dari miliknya. Justru negara-negara yang tidak memiliki sumber daya alam seperti Singapura dan Jepang bisa maju oleh karena mampu melakukan kendali atas jalur perdagangan sumberdaya alam dunia.
4.      Gatra di Bidang Ideologi
Pengertian ideology secara umum dapat dikatakan sebagai kumpulan gagasan-gagasan,ide-ide, keyakinan-keyakinan, kepercayaan-kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Maka ideology Negara dalam arti cita-cita Negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa yang bersangkutan untuk;
  1. Mempunyai derajat yang tinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.
  2. Oleh karena itu mewujudkan suatu asas kerokhanian, pandangan dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipeihara, dikembangkan dan dilestarikan kepada generasi-generasi berikunya.


5.      Gatra Politik.
Perubahan konstelasi politik suatu negara sangat mempengaruhi ketahanan nasional dari negara tersebut. Istilah politik memiliki  makna yang bermacam-macam, dan semua itu dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu  Pertama : politik sebagai sarana atau usaha untuk memperoleh kekuatan dan dukungan dari masyarakat dalam kekuatan kehidupan bersama. Dengan demikian polotik dapat dikatakan menyangkut kekuasaan hubungan ( power relationship). Dengan kata lain, polotik mengandung makna usaha dalammemperoleh, memperbesar, ,emperluas, serta mempertahankan kekuasaan yang dalam bahsa inggrisnta dikenal dengan istilah politic. Kedua; politik dipergunakan dipergunakan untuk menunjukkan kepada suatu rangkain kegiatan atau cara-cara yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan yang dianggap baik.
6.      Gatra Ekonomi
Bidang ekonomi tidak bisa dilepaskan dengan faktor-faktor lainnya yang saling berkaitan. Perekonomian selain berkaitan dengan wilayah geografi suatu negara, juga sumber kekayaan alam, sumber daya manusia, cita-cita masyarakat yang lazimnya di sebut ideology, akumulasi kekuatan, kekuasaan, serta kebijaksanaan yang akan diterapkan dalam kegiatan produksi dan distribusi, nilai sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan yang memberikan jaminan lancarnya roda kegiatan ekonomi suatu bangsa.
Tingkat kemandirian suatu bangsa dalam hal perekonomian juga mempengaruhi ketahanan nasional dari bangsa tersebut. Jika suatu bangsa tidak bisa mandiri secara ekonomi dan masih sangat bergantung pada negara lain dalam hal ekonomi maka ketahanan bangsanya bisa terancam. Negara lain akan dengan sangat mudah mengintervensi bangsa tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan negara tersebut memiliki ketahanan nasional yang kurang kuat.
7.      Gatra Sosial Budaya
Tidak dapat dipungkiri bangsa indonesia yang memiliki beragam budaya sangat rentan dengan perpecahan. Isu SARA sering dipakai untuk memecah belah kekuatan bangsa kita.  Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku bangsa dan sub etnis , yang masing-masing memiliki kebudayaannya sendiri. Karena suku bangsa tersebut mendiami daerah tertentu, daerah tertentu itu disebut kebudayaan daerah. Dalam setiap budaya daerah terdapat nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi budaya asing, yang sering disebut local wisdom. Oleh karena itu kebudayan nasional adalah merupakan hasil interaksi kebudayaan-kebudayaan suku bangsa yang masing-masing memiliki kebudayaan daerah, yang kemudian di terima sebagai nilai bersama dan sebagai suatu identitas bersama sebagai suatu bangsa yaitu bangsa Indonesia. Oleh karena itu berdasarkan fungsinya kebudayaah nasional memiliki dua pengertian. Pertama, sebagai suatu sistem gagasan dan perlambang yang member identitas kepada warga Negara Indonesia. Kedua, sebagai suatu sistem gagasan dan perlambang yang dapat dipakai oleh semua warga Negara Indonesia yang bhineka itu, untuk saling berkomunikasi dan dengan demikian untuk dapat memperkuat solidaritas.
8.      Gatra Pertahanan Keamanan
Pertahanan keamanan suatu negara merupakan unsur pokok terutama dalam menghadapi ancaman militer negara lain. Oleh karena itu, unsure utama pertahanan keamanan berada di tangan tentara (militer). Pertahanan keamanan negara juga merupakan salah satu fungsi pemerintahan negara. Negara dapat melibatkan rakyatnya dalam upaya pertahanan negara sebagai bentuk dari hak dan kewajiban warga negara dalam membela negara. Upaya melibatkan rakyat menggunakan cara yang berbeda-beda sesuai dengan system dan polotik pertahanan yang di anut oleh negara. Politik pertahanan negara disesuaikan dengan nilai filosofis bangsa, kepentingan nasional dan kontek zamannya.
Peran Pemuda Dalam Meningkatkan Ketahanan Nasional
Bila melihat pada sejarah perjalanan bangsa Indonesia, pemuda selalu menjadi kekuatan utama dalam proses modernisasi dan perubahan. Dan biasanya pula pemuda jenis ini adalah para pemuda yang terdidik. Mereka mempunyai kelebihan dalam pemikiran ilmiah, selain semangat mudanya, sifat kritisnya, kematangan logikanya dan kebersihannya dari noda orde masanya. Angkatan 1908, Angkatan 1928, Angkatan 1945, Angkatan 1966, Angkatan 1974 dan Angkatan 1998 adalah sebutan bagi para pemuda di jamannya yang melakukan pembaharuan. Angkatan 1908 dan Angkatan 1928 merupakan angkatan pemuda yang melakukan pencerahan kepada rakyat atas penindasan kolonialisme. Angkatan 1908 mendapat inspirasi dari asiatic reveil (kebangkitan bangsa-bangsa Asia) akibat kemenangan Jepang terhadap Rusia pada tahun 1904-1905, sehingga mulai tumbuh kesadaran sebagai bangsa.
Berdasarkan semua proses tersebut, dapat diartikan bahwa pemuda atau kaum muda itu memiliki peran yang besar bagi suatu bangsa terutama terkait ketahanan nasional karena pemuda atau kaum muda itu mempunyai peran yang cukup besar dalam aspek kemasyarakatan. Pemuda atau kaum muda yang menjadi agent of change ini juga banyak yang turun secara langsung ke dalam lingkungan masyarakat. Mereka mempelajari, mendalami dan berusaha memperjuangkan nasib rakyat yang tertindas. Hal ini juga berkaitan erat dengan daya tahan bangsa karena sudah mencakup banyak elemen sosial atau kemasyarakatan.         
Peran pemuda dalam ketahanan nasional ini sangat penting. Pemuda sebagai bagian dari potensi pembangunan harus berdaya agar mampu berkiprah dalam menghadapi tantangan global. Jumlah pemuda usia produktif yang banyak merupakan potensi yang sangat besar. Keberdayaan pemuda sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya pemuda dilakukan melalui dorongan, bimbingan, kesempatan, pendidikan, pelatihan dan panduan sehingga mempunyai kesempatan untuk tumbuh sehat, dinamis, maju, mandiri, berjiwa wirausaha, tangguh, unggul, berdaya saing, demokratis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selain itu sebagai generasi harapan bangsa, pemuda itu diharapkan mampu memahami konsep Wawasan Nusantara. Dalam konteks Indonesia Wawasan Nusantara merupakan wawasan nasional Indonesia (Indonesia national outlook) yang dikembangkan dan dirumuskan dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan nasional dengan mempertimbangkan pandangan geopolitik Indonesia, sejarah perjuangan dan kondisi sosial budaya bangsa. Bagi Indonesia, Wawasan Nusantara merupakan pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menuju perwujudan Indonesia sebagai satu kesatuan politik, satu kesatuan ekonomi, satu kesatuan sosial budaya, dan satu kesatuan pertahanan keamanan.
Pemuda, sebagai bagian dari bangsa, harus mampu memahami wawasan ini, sehingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, peran pemuda tetap sebagai garda depan pembangunan. Dengan memahami konsep tersebut maka pemuda harapan bangsa itu dapat mengetahui lebih mendalam peran pemuda dalam ketahanan nasional. Bahwa untuk memajukan bangsa itu butuh pemuda-pemuda yang berkualitas dan memahami konsep-konsep dalam suatu bangsa sehingga akan lebih menjiwai dan menjalankan perannya dengan baik.
Hal lain yang berpengaruh besar bagi pemuda adalah rasa nasionalisme. Dalam buku Regionalisme, Nasionalisme dan Ketahanan Nasional karya Ichlasul Amal da Araidy Armawi dijelaskan bahwa nasionalisme merupakan salah satu unsure dalam pembinaan kebangsaan atau nation-building. Dalam proses pembinaan kebangsaan semua anggota masyarakat bangsa dibentuk agar berwawasan kebangsaan serta berpola tatalaku secara khas yang mencerminkan budaya mauun ideologi. Proses pembinaan kebangsaan memang unik bagi tiap bangsa. Bagi Indonesia yang terdiri dari masyarakat yang plural dan heterogen akan lebih mengedepankan wawasan kebangsaan yang unsur-unsurnya adalah rasa kebangsaan, faham kebangsaan dan semangat kebangsaan atau nasionalisme. Rasa kebangsaan merupakan perekat paling dasar dari setiap anggota masyarakat bangsa yang karena sejarah dan budayanya memiliki dorongan untuk menjadi satu dan bersatu tanpa pamrih di dalam satu wadah Negara bangsa (nation-state). Sedangkan faham kebangsaan ini lebih bernuansa intelektual. Dalam implementasinya faham kebangsaan Indonesia disublimasikan dalam bentuk Wawasan Nusantara yang mengamanatkan kesatuan di berbagai bidang.
Dari berbagai penjelasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa peran pemuda atau kaum muda dalam ketahanan nasional itu penting. Dengan pemahaman pada konsep-konsep dan semangat yang tinggi dalam setiap pejuangan, pemuda merupakan agent of change bagi suatu bangsa. Pembawaan pemuda yang berpikir kritis dan jauh memandang ke masa depan menjadi modal dalam menjalankan kontribusinya bagi kemajuan suatu bangsa demi terwujudnya ketahanan nasional.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

A call-to-action text Contact us