Postingan

Mewaspadai Cultural Violence : Analisis Respon Terhadap Isu Kebangkitan PKI

Gambar
Anti-komunisme telah menjadi wacana utama dalam masyarakat indonesia sejak tahun 1965 hingga   hari ini. Selama orde baru masyarakat indonesia setiap tahunnya di tanggal 30 september terbiasa menonton film “Pemberontakan G-30 S/PKI”. Film ini menggambarkan rangkaian peristiwa yang terjadi pada 30 september 1965, bagaimana penculikan para jenderal, penyiksaan dan pembunuhan yang di alami korban sebelum akhirnya di buang ke dalam sumur yang sekarang kita kenal dengan Lubang Buaya. Gerakan 30 september adalah nama yang diberikan oleh kolonel untung terhadap peristiwa ini. Untung adalah orang yang memimpin pasukan penculik para jenderal pada malam 30 september itu.             Tanggal 1 oktober 1965 soeharto, komandan KOSTRAD (komando cadangan strategis angkatan darat) membuat pernyataan bahwa PKI (partai komunis indonesia) dibawah pimpinan DN. Aidit berada dibelakang operasi untung [1] . Pernyataan soeharto dan kampanye kekerasan terhadap PKI dan pengikutnya dalam waktu singkat mampu

mencubit ; dulu dan sekarang

Kejadian yang menimpa seorang guru di salah satu SMP di bantaeng cukup membuat saya miris. Bagaimana tidak, cuma gara-gara mencubit siswanya yg main siram-siraman air pel yg akhirnya air pel mengenai sang guru itu, ibu guru ini harus mendekam di penjara. Sang guru ini sekarang tengah mengalami depresi dan diabetes keringnya kambuh saat penahanan menunggu sidang saat ini. Saya jadi ingat waktu saya sekolah dulu, bagaimana guru SD saya menyiapkan rotan utk siswa2nya yang nakal. Atau guru mengaji saya menyiapkan lidi saat kami salah membaca tajwid. Atau guru SMP saya yg menampar dua orang anak yg di anggap nakal didepan semua peserta upacara. Atau saat SMA kami dijemur sambil hormat ke tiang bendera ketika panas terik gara-gara sembunyi pas upacara bendera. Uniknya saat saya mengadukan ke rumah kalau saya dihukum, orang tua saya bukannya membela apalagi melaporkan sang guru ke polisi namun justru memarahi dan menambah hukuman saya. Kadang hukuman dirumah berlipat ganda dar

minangkabau dalam teori dimensi budaya

Dalam konteks komunikasi antar budaya menurut edward T hall, ada dua dimensi budaya yakni low context culture dan high context culture. Orang-orang yang berasal dari budaya high context culture biasanya dalam berkomunikasi lebih suka menyampaikan pesan secara implisit. Selain pesan verbal, pesan-pesan non verbal juga sangat diperhatikan. nilai-nilai atau norma budaya mereka juga secara implisit terwakili oleh simbol-simbol. Sederhananya orang yg berasal dari high context cult ure akan berkomunikasi secara high context juga. Sebaliknya orang2 yang berasal dari budaya low context, lebih suka menyampaikan pesan secara eksplisit. Kadang tidak terlalu menanggapi pesan-pesan non verbal. Bagaimana dengan minangkabau? Jika kita merujuk pada teori Edward T Hall, minangkabau dapat digolongkan dalam high context culture. Hal ini dapat dilihat dalam pola komunikasi orang minang yang cenderung menyampaikan pesan secara implisit, entah itu melalui kias atau petatah petitih adatnya.

uang jemputan dan uang hilang dalam adat pariaman

Setiap kali saya memperkenalkan diri sebagai orang pariaman, orang2 biasanya langsung mengatakan "owh yg laki2 dibeli itu ya" Kadang saya mau ketawa, kadang juga miris mendengar persepsi negatif terhadap adat di negeri kami.. Kebetulan tahun 2010 saya pernah menulis paper mengenai budaya "uang jemputan dan uang hilang" tersebut. Mungkin pemahaman yg saya dapat dari literatur yg saya baca serta wawancara terhadap tokoh adat dulu bisa sedikit mencerahkan.. Pertama, ada perbedaan mendasar antara uang hilang dan uang jemputan walaupun di akhir2 ini sering dipersepsikan sama.. Tidak diketahui pasti kapan tradisi uang jemputan ini hadir. Uang jemputan adalah bentuk penghargaan terhadap laki-laki pariaman dan juga bentuk "kompensasi" secara halus kepada keluarga laki2. Uang jemputan adalah bentuk kebanggaan dan simbol harapan yg besar dr keluarga perempuan terhadap calon menantunya. Karna seperti diketahui bersama, adat minang setelah menikah laki2 tinggal

hari kartini (2)

Ada yg bilang, pejuang selain kartini tdk terlalu cemerlang karna hanya berjuang secara fisik, tidak berjuang di literasi.. 😩 😩 😩 😩 😩 😩 Surat2 kartini baru dibukukan di belanda tahun 1911, sebelas tahun kemudian baru di cetak dalam bahasa indonesia (1922) Tahukah anda,, Tahun 1908, aisyah we tenriolle, ratu kerajaan tanete (kini barru, sulsel) telah mendirikan sekolah modern di wilayahnya,, Ahli sastra yg menerjemahkan epos terpanjang di dunia, la galigo hingga popularitasnya sampai ke dataran eropa Tahun 1911, rohana kudus mendirikan sekolah kerajinan amal setia, dilanjutkan kemudian dg pendirian rohana school,, Tahun 1912, rohana kudus mendirikan surat kabar sunting melayu, dilanjutkan dengan surat kabar lainnya.. ide-ide pergerakan ia kobarkan lewat tulisan2 nya Rahmah el yunussiyah, guru besar wanita pertama dari al-Azhar pendiri sekolah diniyah putri padang panjang, saat usianya baru 23 tahun Dewi sartika, tidak sekedar berwacana ttg pendidikan perempuan tp

hari kartini (1)

Penyebutan hari "kartini" terkesan men"kartini"kan perempuan indonesia.. Padahal tdk semua tertindas dan tdk berdaya seperti kartini.. Di jawa pernah ada ratu tribuana tungga dewi, Aceh punya ratu safiatuddin, Minang pernah dipimpin bundo kanduang.. laksamana perang perempuan yg paling ditakuti, laksamana malahayati Rahmah el yunusiah, kongkret mendirikan diniyah putri padang panjang.. Dewi sartika, perintis pendidikan perempuan lewat sekolah kautamaan istri Rohana kudus, pendiri sekolah kerajinan amal setia dan rohana school serta jurnalis yg menerbitkan sendiri koran sunting melayu, wanita bergerak, radio, dan cahaya sumatera Cut nyak dien, pejuang wanita tangguh yg strateginya bikin penjajah kalang kabut We tenriolle, ahli sastra, pengarang epos la galigo, pendiri sekolah pertama di tanette Dll... Dan mereka semua tenggelam oleh perempuan penakut yg cuma berani ngirim surat.. 😂 😂 😂 😂 Jadi sarannya jadikan hari perempuan nasional saja..

KAMPANYE DONAL TRUMP DAN MUATAN RASIS SERTA ISLAMOPHOBIA

A.     PENDAHULUAN Donal trump merupakan bakal calon presiden amerika serikat yang berasal dari partai republic. Tentunya hal yang lumrah apabila seorang bakal calon presiden berusaha menarik perhatian dan dukungan konstituennya dengan melakukan kampanye. Kampanye-kampanye ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai dari memanfaatkan social media, iklan di media public ataupun melakukan kampanye lewat orasi terbuka dihadapan orang-orang yang menjadi pendukungnya. Sebagai calon presiden, membangun personal branding menjadi sangat penting. Karna simpati masyarakat akan terbangun saat seorang calon pemimpin mampu memoles personal brandingnya dengan baik. Saat simpati masyarakat terbentuk, disanalah dukungan terhadap calon pemimpin tadi akan mengalir serta pada akhirnya besarnya dukungan tersebutlah yang menentukan sampai atau tidaknya calon pemimpin tadi berada di posisi puncak. Oleh sebab itu, keberadaaan kampanye khususnya kampanye dalam bentuk orasi politik sangat