:::: MENU ::::
  • Konflik Dan Kekerasan Di Papua ; Akar Masalah Dan Strategi Penyelesaiannya

  • Terorisme dan Reformasi Internal Polri

  • Pemuda Di Satu Abad Indonesia

Ada yg bilang, pejuang selain kartini tdk terlalu cemerlang karna hanya berjuang secara fisik, tidak berjuang di literasi..
😩😩😩😩😩😩
Surat2 kartini baru dibukukan di belanda tahun 1911, sebelas tahun kemudian baru di cetak dalam bahasa indonesia (1922)
Tahukah anda,,
Tahun 1908, aisyah we tenriolle, ratu kerajaan tanete (kini barru, sulsel) telah mendirikan sekolah modern di wilayahnya,,
Ahli sastra yg menerjemahkan epos terpanjang di dunia, la galigo hingga popularitasnya sampai ke dataran eropa

Tahun 1911, rohana kudus mendirikan sekolah kerajinan amal setia, dilanjutkan kemudian dg pendirian rohana school,,
Tahun 1912, rohana kudus mendirikan surat kabar sunting melayu, dilanjutkan dengan surat kabar lainnya.. ide-ide pergerakan ia kobarkan lewat tulisan2 nya
Rahmah el yunussiyah, guru besar wanita pertama dari al-Azhar
pendiri sekolah diniyah putri padang panjang, saat usianya baru 23 tahun
Dewi sartika, tidak sekedar berwacana ttg pendidikan perempuan tp juga mendirikan sakola kautamaan istri tahun 1910
Artinya mereka juga berjuang di ranah wacana,,
Dan untuk tokoh pergerakan perempuan yg lain, semisal malahayati, cut nyak dien, siti manggopoh, christina martha tiahahu, dll yg di cap hanya pejuang fisik..
Memangnya perjuangan fisik seperti itu gampang? Jika tdk punya kecerdasan dan strategi perang yg matang tentunya mereka tdk ditakuti dan hanya d anggap angin lalu..
tidak gampang memimpin manusia, apalagi bagi seorang perempuan yg menjadi penggerak perlawanan..
Mungkin fakta-fakta sejarah juga yg membuat guru besar UI prof. Harsja W bachtiar pernah menyindir pengkultusan kartini ini di awal 1970-an
Cuma mau bilang itu saja..
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

A call-to-action text Contact us